Umum

Vaksin untuk Amal Ibadah…

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:-

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ… [البقرة ٢٦٤]

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekah kamu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya kerana menunjuk-nunjuk (riyak) kepada manusia…

Bahaya Riya’

Riya’ kini sudah begitu merajalela.

Riya’ juga merupakan dosa besar karena tergolong dalam perbuatan syirik yang mendatangkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Balasannya tidak lain adalah siksa api neraka.

Riya’ dapat menimpa siapa saja bahkan termasuk orang mukmin yang saleh dan salehah sekalipun. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa golongan yang pertama kali dihisab adalah yang mati syahid, mempelajari dan mengajarkan ilmu, dan bersedekah. Dalam hadis ini dinyatakan bahawa Allah akan lempar ketiganya ke dalam api neraka kerana amal ibadah yang mereka lakukan tidak dengan niat kepada Allah.

Menghapus amalan yang dikerjakan

Pada hari kiamat akan dipermalukan dihadapan seluruh makhluk.

Menjadikan amal ibadah yang baik sebagai batil, berubah buruk, dan berbuah dosa.

Lebih berbahaya daripada fitnah

Terhalang daripada taufik dan hidayah Allah.

Menimbulkan kesempitan dalam hidup

Menjadi penyebab jiwa yang tidak tenang dan gelisah

Hilangnya wibawa diri di hadapan orang lain, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ یَسۡجُدُ لَهُۥ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَمَن فِی ٱلۡأَرۡضِ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلۡجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَاۤبُّ وَكَثِیرࣱ مِّنَ ٱلنَّاسِۖ وَكَثِیرٌ حَقَّ عَلَیۡهِ ٱلۡعَذَابُۗ وَمَن یُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكۡرِمٍۚ

Surah Al-Hajj ayat 18, yang artinya; “Barangsiapa yang dihinakan Allah, niscaya tiada seorangpun yang akan memuliakannya.”

Profesionalisme kerja tidak ada lagi

Terjebak dalam sikap sombong yang hanya akan menyulitkan diri sendiri

Menghilangkan keimanan.

Menimbulkan kesengsaraan.

Akan mendapat siksa di akhirat.

Tanda² Riyak

Pertama: Malas jika sendirian.

Kedua: Rajin didepan orang.

Ketiga: Menambah amal jika dipuji.

Keempat: Mengurangi jika dicela.

Penjagaan Amal Pertama, dari ujub:

Merasakan ia hidayah dan taufik dari Allah.

لَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِینَ یَفۡرَحُونَ بِمَاۤ أَتَوا۟ وَّیُحِبُّونَ أَن یُحۡمَدُوا۟ بِمَا لَمۡ یَفۡعَلُوا۟ فَلَا تَحۡسَبَنَّهُم بِمَفَازَةࣲ مِّنَ ٱلۡعَذَابِۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِیمࣱ [ال عمران ١٨٨]

Jangan sekali-kali engkau menyangka (wahai Muhammad, bahawa) orang-orang yang bergembira dengan apa yang mereka telah lakukan, dan mereka pula suka dipuji dengan apa yang mereka tidak lakukan – jangan sekali-kali engkau menyangka mereka akan terselamat dari seksa, dan mereka pula akan beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.

Kedua, dari terpengaruh oleh pujian atau celaan: Mengharapkan redha Allah.

فَلَا تُزَكُّوۤا۟ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰ…

Maka janganlah kamu memuji-muji diri kamu (bahawa kamu suci bersih dari dosa). Dia lah sahaja yang lebih mengetahui akan orang-orang yang bertaqwa.

Ketiga; dari riyak: Mengharapkan pahala dari Allah.

أخوفُ ما أخافُ عليكم الشركُ الشِركُ الأصغار، فسُئِلَ عنه، فقال: الرياءُ . . .

Sesungguhnya, perkara yang paling aku bimbang berlaku pada umatku ialah riyak . . .

Riyak adalah keburukan yang berada dalam diri orang-orang yang berbuat kebaikan.

Perkara yang perlu bagi amal-ibadat

Pertama: Ilmu – Jika tak, lebih banyak salah dari benar.

Kedua: Niat.

Ketiga: Sabar – Ada toma’ninah. Tidak tergesa-gesa.

Keempat: Ikhlas – Supaya amal diterima.

هُوَ ٱلَّذِی یُسَیِّرُكُمۡ فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۖ حَتَّىٰۤ إِذَا كُنتُمۡ فِی ٱلۡفُلۡكِ وَجَرَیۡنَ بِهِم بِرِیحࣲ طَیِّبَةࣲ وَفَرِحُوا۟ بِهَا جَاۤءَتۡهَا رِیحٌ عَاصِفࣱ وَجَاۤءَهُمُ ٱلۡمَوۡجُ مِن كُلِّ مَكَانࣲ وَظَنُّوۤا۟ أَنَّهُمۡ أُحِیطَ بِهِمۡ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ لَىِٕنۡ أَنجَیۡتَنَا مِنۡ هَـٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّـٰكِرِینَ.

Dia lah yang menjalankan kamu di darat dan di laut (dengan diberi kemudahan menggunakan berbagai jenis kenderaan); sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan bahtera itu pula bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka pun bersukacita dengannya; tiba-tiba datanglah kepadanya angin ribut yang kencang, dan mereka pula didatangi ombak menimpa dari segala penjuru, serta mereka percaya bahawa mereka diliputi oleh bahaya; pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadaNya semata-mata (sambil merayu dengan berkata): “Demi sesungguhnya! Jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami dari bahaya ini, kami tetap menjadi orang-orang yang bersyukur”.

Jangan tunggu hilangnya riyak terlebih dahulu untuk beramal.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ustaz Hishamuddin Abdul Aziz adalah seorang warga OKU. Sejak jatuh pada April 2020, keadaan ustaz bertambah uzur dari sebelumnya. Andai sudi menyumbang, salurkanlah ke no akaun 12168020073576 (Bank Islam Malaysia Berhad); atau no akaun 164799034703 (Maybank); atas nama Hishamuddin bin Abdul Aziz bagi membantu beliau sebagai warga OKU dalam usaha pengembangan ilmu² agama & lain² keperluan. Ustaz, boleh dihubungi di talian: 01470671775. [[email protected]]

About the author

Hishamuddin Abdul Aziz

Leave a Comment